Daftar Blog Saya

Sabtu, 21 Mei 2011

99% Pass Rate untuk Mahasiswa Nasional


Sistem grading baru untuk ujian nasional telah melihat mengejutkan 99,22 persen siswa SMA lulus tes baru-baru ini menyimpulkan.
Dari 1,46 juta siswa SMA yang mengambil ujian bulan lalu, 11.443 tidak lulus, Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh mengatakan dalam sebuah pernyataan, Jumat. Hanya 5.117 siswa yang terdaftar tidak mengambil tes.
Tahun ini, 60 persen dari nilai akhir masing-masing siswa didasarkan pada ujian nasional dan 40 persen pada nilai tertimbang dari tes akhir-panjang dan laporan dalam dua tahun terakhir sekolah.
Sistem baru diterapkan untuk lebih memperhatikan kritik kinerja aktual pertimbangan akademik siswa mengikutinya tidak adil untuk menentukan kelulusan hanya pada satu ujian standar ketika kualitas pengajaran bervariasi dari daerah ke daerah.
Dengan cara perbandingan, 89,6 persen dari sekitar 1,5 juta siswa SMA lulus ujian nasional tahun lalu. Setelah tes remidi, bagaimanapun, tingkat kelulusan masih total berakhir di 99,04 persen.
"Jika kita membandingkan tingkat kelulusan tahun ini dengan tahun lalu, masih ada peningkatan jumlah siswa yang lulus ujian nasional," kata Nuh.
Menurut sistem baru, tidak akan ada ujian perbaikan yang ditawarkan tahun ini.
Nusa Tenggara Timur memiliki persentase tertinggi siswa nasional yang gagal dengan 5,57 persen.
"Provinsi Bali memiliki persentase terkecil siswa yang gagal dengan 0,04 persen dan Jakarta terbaik kedua dengan 0,08 persen," kata menteri.
Yang mencerminkan kecenderungan di mana siswa dari dua provinsi secara konsisten mencetak gol lebih baik dari rata-rata nasional.
Nuh menambahkan bahwa ada 14.131 sekolah yang memiliki tingkat kelulusan 100 persen, sementara ada lima sekolah di mana semua siswa flunked.
"Di Jakarta, ada satu sekolah dengan hanya satu kelas dan semua tujuh siswa yang gagal ujian," katanya, menolak menyebutkan nama sekolah.
Di Simeulue, Aceh, sebuah sekolah dengan 26 siswa SMA juga memiliki 100 persen tingkat kegagalan, serta sebuah sekolah di Jambi dengan dua siswa SMA. Dua sekolah lain dengan 100 persen tingkat kegagalan berada di Kian Darat, Maluku, dan Urei Fasei, Papua.
Untuk sekolah kejuruan, 99,51 persen lebih tinggi dari siswa lulus ujian nasional, tapi itu hanya sedikit lebih tinggi dari angka tahun lalu sebesar 99,2 persen. Hasil untuk ujian SMP diharapkan minggu depan.
Arief Rachman, seorang pakar pendidikan yang memimpin Komisi Nasional untuk Unesco, mengatakan hasil menunjukkan peningkatan pendidikan nasional.
"Sistem baru ini tidak berarti bahwa lebih mudah untuk lulus ujian, tapi itu menunjukkan bahwa sistem baru telah membantu pemerintah mengevaluasi pendidikan dalam cara yang lebih baik," kata Arief.
"Sistem baru telah mengevaluasi kinerja siswa secara objektif dan komprehensif. Itulah apa yang menunjukkan dari hasilnya. "
Namun, Edy Halomoan Gurning, dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH), yang telah di garis depan kampanye untuk membatalkan ujian, tidak setuju.
"Pemerintah telah menggunakan sistem ujian yang berbeda hampir setiap tahun akademik. metode yang berbeda tidak bisa dibandingkan satu sama lain, sehingga ini bukan sistem yang lebih baik, "kata Edy.
"Semua ini hanya tumbal siswa, yang sangat menyedihkan."
diambil dari The Jakarta Globe


Sumber: http://goodnewsfromindonesia.org/2011/05/18/99-pass-rate-for-national-students/

0 komentar:

Posting Komentar

 

Great Morning ©  Copyright by Mutiara Ilmu | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks